
Ilay Andriandahy Kely, dalam bahasa Malagasi, sebuah bahasa Austronesia yang dituturkan di Madagaskar.
Bahasa Malagasi adalah bahasa Melayu-Polinesia yang paling barat, dibawa ke Madagaskar oleh orang-orang Austronesia dari Kepulauan Sunda yang bermukim di sana sekitar abad ke-5 Masehi. Bahasa Malagasi termasuk kelompok bahasa Barito dan paling dekat kekerabatannya dengan bahasa Ma’anyan, yang masih dituturkan di Kalimantan hingga kini. Bahasa Malagasi juga memuat banyak kata pinjaman dari bahasa Melayu dan Jawa, dari masa permukiman awal orang Austronesia dan perdagangan antara Madagaskar dan Kepulauan Sunda. Setelah sekitar tahun 1000 Masehi, bahasa Malagasi menyerap banyak kata pinjaman dari bahasa Bantu dan Arab, yang dibawa oleh para pemukim dan pedagang baru. Bahasa ini juga dipengaruhi bahasa Prancis, yang hingga kini masih banyak dituturkan di Madagaskar sebagai bahasa kedua.
Bahasa Malagasi dituturkan oleh sekitar 25 juta orang di Madagaskar dan Komoro. Sebagian besar penduduk Madagaskar menuturkannya sebagai bahasa pertama, demikian pula sebagian keturunan Malagasi di tempat lain. Bahasa Malagasi terbagi menjadi dua kelompok dialek utama, yaitu Timur dan Barat. Di dataran tinggi tengah pulau itu, tempat ibu kota Antananarivo dan jantung lama Kerajaan Merina berada, dituturkan dialek Merina. Dialek Merina menjadi dasar bahasa Malagasi Baku, yang dipakai oleh pemerintah dan media di Madagaskar.

Bahasa Malagasi ditulis dengan aksara Latin yang diperkenalkan oleh para misionaris Barat pada awal abad ke-19. Sebelumnya dipakai aksara Sorabe, pengembangan setempat dari aksara Arab. Meskipun ada upaya mendorong penggunaan bahasa Malagasi, terutama dalam pendidikan dan pemerintahan, bahasa Prancis masih dominan dalam banyak situasi resmi di Madagaskar. Namun bahasa Malagasi tetap menjadi bagian penting dari budaya dan identitas Malagasi, dan terus berkembang sebagai bahasa yang hidup dan unik.
