
Pikku Prinssi — dalam bahasa Finlandia.
Saya membeli buku ini di Helsinki, Finlandia. Tapi apa sebenarnya Finlandia itu? Negara Baltik atau negara Skandinavia? Di sini dituturkan dua bahasa resmi, yaitu bahasa Finlandia dan Swedia, selain bahasa-bahasa Eropa lainnya. Nama Finland adalah nama Swedia; dalam bahasa Finlandia namanya Suomi. Sebaliknya, Helsinki adalah nama Finlandia; dalam bahasa Swedia namanya Helsingfors.
Bahasa Finlandia (Suomi / Suomen Kieli) adalah bahasa Ural dari cabang Finnik. Rumpun Ural terdiri atas sekitar 38 bahasa yang dituturkan oleh kira-kira 25 juta orang, termasuk bahasa Hungaria, Finlandia, dan Estonia, serta bahasa Erzya, Moksha, Mari, Udmurt, Sami, Komi, dan lain-lain yang dituturkan di kawasan utara Skandinavia dan Federasi Rusia.

Sebagai anggota rumpun Ural, bukan pohon Indo-Eropa, bahasa Finlandia adalah sepupu bahasa Estonia dan, lebih jauh lagi, bahasa Hungaria. Ketiganya sama-sama memiliki tata bahasa aglutinatif, harmoni vokal, dan sistem kasus yang mengubah makna dengan ketepatan yang anggun. Tanpa jenis kelamin gramatikal, tanpa kata sandang, dan tanpa kala masa depan, tetapi dengan lima belas kasus gramatikal, bahasa Finlandia mungkin tampak menakutkan bagi orang luar. Namun di dalamnya tersimpan konsistensi yang jernih, yang mencerminkan kecintaan penuturnya pada kejelasan, ketepatan, dan sikap bersahaja. Bahasa ini terbentuk dari akar Fino-Ugrik jauh sebelum sejarah tertulis, menyerap pengaruh dari tetangga Baltik, Germanik, dan Slavia sambil tetap menjaga kemandiriannya dengan gigih. Bahasa ini terutama hidup secara lisan hingga abad ke-16, ketika Mikael Agricola menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Finlandia dan meletakkan dasar tradisi sastra nasional yang kelak menyuburkan semangat patriotik kemerdekaan Finlandia pada abad ke-20.
Secara budaya, bahasa Finlandia lebih dari sekadar alat komunikasi. Bahasa ini mencerminkan jiwa Finlandia: tenang, reflektif, dan sangat dekat dengan alam. Bahasa ini menangkap irama khas kehidupan Finlandia, dengan kata-kata majemuk yang mengungkap nuansa perasaan dan kosakata yang kaya akan istilah untuk salju, hutan, keheningan (hiljaisuus), dan kerinduan yang muram (kaiho). Bahasa ini hidup subur dalam sastra, dari Kalevala, epos nasional yang mengilhami Sibelius sekaligus Tolkien, hingga prosa eksistensial pengarang masa kini seperti Sofi Oksanen. Dalam musik dan ungkapan sehari-hari, bahasa Finlandia menjaga lirisisme yang tabah, yang sering menolak hiasan demi kedalaman dan ketulusan. Meskipun dikelilingi negara-negara Skandinavia, bahasa Finlandia membuat negeri ini berbeda: tidak saling dapat dipahami dengan bahasa Swedia, Denmark, atau Norwegia, tetapi dipengaruhi berabad-abad pemerintahan Swedia, ketika bahasa Swedia menjadi bahasa pemerintahan dan budaya. Hingga kini bahasa Swedia tetap menjadi bahasa resmi kedua di Finlandia, dan banyak orang Finlandia dwibahasa, melangkah di antara dua lingkungan budaya dengan luwes dan tanpa banyak gembar-gembor.
Masyarakat Finlandia menjunjung pendidikan, kesetaraan, dan pengendalian emosi, nilai-nilai yang bergema dalam bahasanya: bahasa yang penuh pertimbangan, kaya metafora, tetapi menghindari kemegahan berlebihan. Bertutur dalam bahasa Finlandia berarti menyelami cara pandang tempat kata-kata dipilih dengan cermat, keheningan dihormati, dan bahasa itu sendiri menjadi bentang alam: rapat, murni, dan diam-diam dalam, seperti hutan yang terpantul di air yang tenang.
