Ang Munting Prinsipe — dalam bahasa Tagalog.

Bahasa Tagalog, yang dalam bentuk bakunya juga dikenal sebagai bahasa Filipino, adalah bahasa Austronesia yang terutama dituturkan di Filipina. Bahasa ini adalah bahasa pertama orang Tagalog, yang sebagian besar tinggal di Luzon Tengah dan Selatan, dan menjadi dasar bagi bahasa Filipino, bahasa nasional resmi Filipina di samping bahasa Inggris.

Bahasa Tagalog berakar pada rumpun bahasa Austronesia, yang mencakup bahasa-bahasa yang dituturkan di seluruh Samudra Pasifik, dari Madagaskar hingga Pulau Paskah, dan dari Selandia Baru hingga Taiwan. Dokumen tertua yang diketahui dari Filipina, Prasasti Lempengan Tembaga Laguna dari tahun 900 Masehi, sebagian besar ditulis dalam bahasa Melayu Kuno, tetapi sudah memuat unsur bahasa Tagalog Kuno, sedangkan buku cetak tertua dalam bahasa Tagalog berasal dari akhir abad ke-16, diawali Doctrina Christiana pada 1593. Kedatangan penjajah Spanyol pada akhir abad ke-16 membawa banyak kata pinjaman bahasa Spanyol ke dalam kosakata Tagalog, sekaligus penggunaan aksara Latin untuk menuliskan bahasa ini.

Bahasa Tagalog memiliki sistem fonologi yang relatif sederhana, dengan sekitar lima bunyi vokal dan 18 bunyi konsonan. Tekanan dan hentian glotal berperan penting dalam membedakan makna kata. Tata bahasa Tagalog bercirikan urutan kata verba-subjek-objek (VSO), meskipun variasi dapat muncul karena topikalisasi. Bahasa ini memakai imbuhan untuk menandai aspek, modus, dan fokus, bukan kala. Fokus di sini merujuk pada penandaan gramatikal atas peran nomina dalam kalimat (misalnya pelaku, objek, atau tempat).

Kosakata Tagalog sangat dipengaruhi bahasa Spanyol, dengan banyak kata pinjaman yang dipakai sehari-hari. Bahasa ini juga menyerap kata dari bahasa Inggris, Melayu, Sanskerta, Arab, dan Tionghoa, yang mencerminkan kayanya sejarah perdagangan dan pertukaran budaya Filipina.

Pada abad ke-20, berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan bahasa nasional bagi Filipina. Pada 1937, bahasa Tagalog dipilih sebagai dasar bahasa nasional itu, yang kemudian dinamakan bahasa Filipino. Bahasa Filipino dimaksudkan sebagai versi baku bahasa Tagalog yang menyerap kata-kata dari bahasa-bahasa Filipina lainnya dan dituturkan di seluruh negeri sebagai bahasa kedua, untuk memperkuat persatuan dan identitas nasional.

Kini bahasa Tagalog/Filipino dituturkan oleh jutaan orang sebagai bahasa pertama atau kedua. Bahasa ini diajarkan di sekolah-sekolah di seluruh Filipina, dipakai dalam dokumen resmi pemerintah, dan menjadi bahasa media-media utama. Di tengah keragaman bahasa Filipina, yang mencakup lebih dari 170 bahasa, bahasa Tagalog/Filipino berperan sebagai lingua franca yang mempersatukan berbagai wilayah dan kelompok etnis di negeri itu.