
شاهزاده (Syahzadah) — dalam bahasa Uyghur (ئۇيغۇر تىلى).
Bahasa Uyghur adalah bahasa Turkik dengan 10 hingga 25 juta penutur, terutama dituturkan sebagai bahasa resmi Daerah Otonom Uyghur Xinjiang di Tiongkok Barat. Bahasa ini juga dituturkan oleh komunitas Uyghur di Kazakhstan, Kyrgyzstan, Turki, Afganistan, dan tempat-tempat lain di dunia.
Bahasa Uyghur memiliki sejarah yang kaya, dengan akar yang berasal dari bahasa Turkik Kuno yang dituturkan bangsa Göktürk pada abad ke-6. Bahasa ini termasuk cabang Karluk dalam rumpun bahasa Turkik, yang juga mencakup bahasa seperti Uzbek. Selain pengaruh bahasa-bahasa Turkik lain, bahasa Uyghur dalam sejarahnya sangat dipengaruhi bahasa Arab dan Persia, dan belakangan oleh bahasa Rusia dan bahasa Tionghoa Mandarin.
Bahasa Uyghur memiliki sistem fonologi yang rumit, dengan banyak vokal dan konsonan, serta ciri khas yang disebut harmoni vokal. Artinya, vokal-vokal dalam kata harus selaras satu sama lain, entah sebagai vokal depan atau vokal belakang. Bahasa ini juga memiliki banyak diftong, yaitu bunyi vokal yang terdiri atas dua bunyi berbeda yang diucapkan bersama.

Salah satu ciri khas bahasa Uyghur adalah pemakaian aksara Arab, yang masuk ke kawasan itu pada masa Islam. Aksara ini dimodifikasi dengan huruf-huruf dan tanda diakritik tambahan untuk mewakili bunyi-bunyi khas bahasa Uyghur. Sistem tulisan turunan Arab yang dimodifikasi ini adalah yang paling umum dan satu-satunya yang baku di Tiongkok, meskipun sistem tulisan lain dipakai untuk keperluan pendukung dan sejarah. Tidak seperti kebanyakan aksara turunan Arab, abjad Arab Uyghur wajib menandai semua vokal, berkat modifikasi atas aksara Arab-Persia asli yang dilakukan pada abad ke-20.
Bahasa Uyghur berperan penting dalam identitas budaya dan politik orang Uyghur, dan terus menjadi pokok kontroversi karena upaya pemerintah Tiongkok menekan pemakaian dan pengajaran bahasa ini.
