
ڤوتراكچيل / Putra Kecil — dalam bahasa Melayu Pattani.
Bahasa Pattani, yang juga dikenal sebagai bahasa Jawi, adalah varian bahasa Melayu yang dituturkan di wilayah paling selatan Thailand, terutama di Provinsi Pattani, Yala, Narathiwat, dan sebagian Songkhla. Wilayah ini, yang dahulu merupakan bagian dari Kerajaan Pattani, memiliki identitas budaya Melayu-Muslim yang khas dan berbeda dari budaya Buddha yang dominan di bagian Thailand lainnya. Bahasa Pattani termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia yang lebih luas.
Bahasa Pattani memiliki banyak kesamaan dengan bahasa Melayu baku dan bahasa Indonesia, termasuk dalam tata bahasa, kosakata, dan sintaksis. Bahasa ini juga memuat pengaruh setempat dan kata pinjaman dari bahasa Thai, Arab, dan bahasa lainnya, yang mencerminkan lingkungan multibudaya dan multibahasa di wilayah Pattani.
Bahasa Melayu Pattani secara tradisional ditulis dengan aksara Jawi, aksara berbasis Arab yang disesuaikan untuk bahasa Melayu. Aksara ini memiliki huruf tambahan untuk melambangkan bunyi yang tidak ada dalam bahasa Arab. Meskipun penggunaan aksara Jawi telah surut dan digantikan aksara Latin di wilayah berbahasa Melayu lainnya, aksara ini masih dipakai untuk keperluan keagamaan, budaya, dan sebagian pendidikan di wilayah Pattani.

Bahasa Pattani menghadapi tantangan yang berkaitan dengan faktor politik, sosial, dan pendidikan. Wilayah ini mengalami konflik dan ketegangan yang bersumber dari perbedaan budaya dan agama dengan pemerintah pusat Thailand, yang berdampak pada hak berbahasa dan upaya pelestariannya. Meskipun demikian, berbagai upaya terus dilakukan untuk menghidupkan kembali dan mempertahankan bahasa Pattani beserta warisan budayanya, termasuk program pendidikan bahasa dan kegiatan budaya yang mendorong penggunaan bahasa Melayu Pattani dan aksara Jawi.
