
두린왕자 (Durin Wangja) — dalam bahasa Jeju.

족은 왕자 (Jogeun Wangja) — dalam bahasa Jeju.
Bahasa Jeju, yang juga dikenal sebagai Jejueo, adalah bahasa unik yang dituturkan di Pulau Jeju, Korea. Bahasa ini berbeda dari dialek-dialek Korea lainnya dalam beberapa hal, sehingga dianggap sebagai bahasa tersendiri.
Perbedaan utama antara bahasa Jeju dan bahasa Korea:
- Inventaris vokal: bahasa Jeju memiliki inventaris vokal yang lebih besar dan lebih konservatif dibandingkan bahasa Korea Seoul.
- Paradigma verba: ada perbedaan besar dalam paradigma verba bahasa Jeju dan bahasa Korea. Misalnya, penanda aspek kontinuatif dalam bahasa Jeju serta pembedaan modus atau aspek tertentu pada banyak sufiks penghubung bahasa Jeju tidak ada dalam bahasa Korea Baku.
- Leksikon: bahasa Jeju mencakup banyak kata bahasa Korea Pertengahan yang kini sudah hilang dari bahasa Korea Baku. Selain itu, bahasa ini memiliki kata pinjaman dari bahasa Jepang, Tionghoa, Manchu, dan Mongol.
- Keformalan dan honorifik: bahasa Jeju memiliki sistem honorifik dan tingkat tutur sendiri, dengan akhiran yang berbeda dari bahasa Korea, dan mempertahankan kata-kata lama yang tidak lagi dipakai dalam bahasa Korea.
- Saling pemahaman: bahasa Jeju tidak saling dapat dipahami bahkan dengan dialek-dialek paling selatan di Korea Selatan. Dalam sebuah survei, penutur bahasa Korea dari berbagai zona dialek memperlihatkan pemahaman yang sangat rendah terhadap bahasa Jeju lisan.
- Latar sejarah dan budaya: perkembangan bahasa Jeju dipengaruhi oleh keterasingan pulau itu dari Semenanjung Korea sepanjang sebagian besar sejarahnya.
Bahasa ini sangat terdampak oleh peristiwa-peristiwa seperti Pemberontakan Jeju 1948, Perang Korea, dan modernisasi Korea Selatan. Kini sebagian besar penutur fasih dialek Jeju berusia di atas tujuh puluh tahun, dan UNESCO menggolongkan dialek ini sebagai sangat terancam punah.

