어린 왕자 — dalam bahasa Korea.

Bahasa Korea, bahasa asli Semenanjung Korea, adalah bahasa resmi Korea Selatan dan Korea Utara, tempat bahasa ini dituturkan oleh mayoritas penduduk. Bahasa Korea juga dituturkan oleh komunitas diaspora Korea yang besar di negara-negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia. Bahasa ini termasuk rumpun bahasa Korea, dan meskipun sebagian ahli bahasa menduga adanya hubungan jauh dengan bahasa-bahasa Altai, hubungan ini masih diperdebatkan dan tidak diterima secara luas.

Dalam sejarahnya, bahasa Tionghoa Klasik adalah bahasa sastra dan pemerintahan di Korea, dan banyak kata Sino-Korea (kata asal Tionghoa) masih dipakai dalam bahasa Korea, terutama dalam konteks akademis, teknis, dan resmi. Selama berabad-abad, bahasa Korea mengembangkan identitas dan sistem kebahasaannya sendiri, yang makin kukuh dengan diciptakan dan dimaklumkannya Hangul.

Sistem tulisan Korea, Hangul (한글), diciptakan pada abad ke-15 oleh Raja Sejong Agung dan para cendekiawannya. Hangul dipuji karena rancangannya yang ilmiah dan mudah dipelajari. Hangul terdiri atas 24 huruf (14 konsonan dan 10 vokal) yang dikelompokkan menjadi blok-blok suku kata. Setiap blok membentuk satu suku kata dan ditulis dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Hangul mewakili bunyi-bunyi bahasa Korea dengan baik dan berperan penting dalam tercapainya tingkat melek huruf yang tinggi di Korea.

Bahasa Korea memiliki perangkat vokal yang relatif sederhana tetapi perangkat konsonan yang rumit, termasuk bunyi-bunyi yang tidak ada dalam bahasa Inggris dan banyak bahasa lain. Bahasa Korea baku tidak memakai aksen nada, tetapi sebagian dialek, terutama Gyeongsang dan Hamgyŏng, masih memakai pola nada yang dapat mengubah makna kata.

Tata bahasa Korea bercirikan urutan subjek-objek-verba (SOV) dalam kalimat. Bahasa ini memakai morfologi aglutinatif, artinya serangkaian akhiran yang dilekatkan pada dasar verba dapat menunjukkan kala, modus, aspek, dan tingkat keformalan. Bahasa Korea juga memakai sistem honorifik yang mencerminkan sifat hierarkis masyarakat Korea, yang memengaruhi bentuk verba dan kosakata menurut kedudukan relatif penutur, pendengar, dan orang yang dibicarakan.

Bahasa Korea memiliki beberapa dialek daerah, dengan bahasa baku yang bertumpu pada dialek Seoul di Korea Selatan dan dialek Pyongyang di Korea Utara. Perbedaan antardialek dapat cukup besar, terutama dalam pelafalan dan kosakata, tetapi bahasa-bahasa baku itu dipahami secara luas di seluruh Semenanjung Korea.

Kini bahasa Korea bukan hanya sarana komunikasi sehari-hari di Korea, tetapi juga makin diminati dunia internasional, didorong oleh popularitas global budaya Korea, termasuk K-pop, film, dan drama televisi. Gelombang budaya yang dikenal sebagai “Hallyu” atau Gelombang Korea ini membuat jumlah orang di seluruh dunia yang ingin belajar bahasa Korea melonjak.