
T’Little Prince — dalam dialek Yorkshire dari bahasa Inggris.
Dialek Yorkshire, yang sering disebut “Tyke”, adalah salah satu dialek paling khas dan berkisah di Inggris. Dialek ini dituturkan di kabupaten historis Yorkshire, kabupaten terbesar di Inggris, dan membawa warisan budaya dan sejarah yang kaya.
Dialek Yorkshire berakar dalam pada Inggris Kuno, dengan pengaruh kuat Norse Kuno akibat permukiman Viking di wilayah itu pada awal abad pertengahan. Danelaw, wilayah historis Inggris di bawah kendali Viking, mencakup sebagian besar Yorkshire, meninggalkan dampak yang bertahan pada dialek ini.
Revolusi Industri membentuk lebih jauh dialek Yorkshire, karena Yorkshire menjadi pusat industri seperti wol, pertambangan batu bara, dan produksi baja. Ini menyebabkan berkembangnya variasi daerah yang khas di dalam Yorkshire sendiri, mencerminkan komunitas industri dan pedesaan yang berbeda. Orang Yorkshire sering memiliki identitas daerah yang kuat, dan dialek adalah bagian penting darinya. Dialek ini sumber kebanggaan dan kadang dipakai untuk membedakan orang Yorkshire “sejati” dari orang luar.
Dibandingkan Inggris Britania baku, dialek Yorkshire lebih konservatif dalam mempertahankan bentuk Inggris lama, terutama dalam kosakata dan tata bahasa. Secara fonologis, Inggris Yorkshire kurang dipengaruhi Received Pronunciation (RP) selatan dan memiliki pola intonasi yang lebih “datar”, membuatnya terdengar sangat berbeda. Dialek Yorkshire memiliki beberapa kemiripan dengan Inggris Skotlandia, terutama dalam pemakaian pronomina lama seperti “thee” dan “thou”. Namun aksennya cukup berbeda, dengan Inggris Skotlandia memiliki pelafalan lebih rotik (melafalkan bunyi “r” dengan kuat), yang tidak lazim di Yorkshire. Kosakata Yorkshire dan Inggris Skotlandia kadang tumpang tindih karena warisan Anglo-Saxon dan Norse bersama, tetapi masing-masing memiliki himpunan kata dan frasa lokal yang unik.
Dialek Yorkshire dikenal karena pelafalannya yang unik. Misalnya, bunyi “u” pendek dalam kata seperti “cut” sering dilafalkan lebih mirip “put”, sehingga “cut” terdengar lebih dekat ke “coot”. Bunyi “a” panjang dalam kata seperti “bath” atau “grass” biasanya dilafalkan dengan “a” datar, seperti dalam “cat”, sehingga menjadi “bath” alih-alih “bahth” Inggris selatan. Bunyi “t” di akhir kata sering dihilangkan, sehingga kata seperti “right” terdengar seperti “reight” (dilafalkan “rate”).
Dialek Yorkshire mempertahankan banyak kata Norse kuno dan Anglo-Saxon yang tak lagi dipakai dalam Inggris Britania baku. Misalnya, “beck” (anak sungai kecil) dan “ginnel” (lorong sempit) lazim dipakai di Yorkshire. “Thee” dan “thou” masih dipakai di beberapa daerah pedesaan sebagai pronomina informal, mencerminkan bentuk Inggris lebih tua yang dahulu lebih meluas di seluruh negeri.
Pemakaian artikel tentu “the” sering dipendekkan menjadi “t’” (seperti “t’pub” untuk “the pub”). Ini salah satu ciri dialek Yorkshire yang paling mudah dikenali. Negasi ganda juga lebih umum dalam dialek Yorkshire, mencerminkan pola tutur Inggris lama yang dahulu lebih meluas.
Yorkshire memiliki banyak frasa dan ungkapan unik yang tidak ditemukan di tempat lain di Inggris. Misalnya, “Eeh by gum” adalah seruan terkejut atau takjub. “Ow do?” adalah sapaan umum di Yorkshire, setara “How are you?” dalam Inggris baku.
