Le Manuscrit du Petit Prince

Memegang faksimile Le Manuscrit Original ini sama dengan menempuh ziarah yang tenang kembali ke New York pada musim dingin 1942. Berbeda dengan kerapian edisi cetak biasa, halaman-halaman ini menyingkap sandi mentah imajinasi St-Ex: catatan penciptaan yang sangat hidup, lengkap dengan revisi spontan, catatan pinggir tulisan tangan, dan jejak-jejak yang menggugah dari seorang penulis dalam pengasingan.

Edisi ini menjadi jangkar eksistensial yang paling dalam dalam koleksi saya. Mengamati aliran tintanya mengingatkan saya bahwa sebelum kisah ini dijinakkan ke dalam lebih dari empat ratus bahasa dan dialek, ia ada sebagai suara sunyi seorang lelaki yang bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan esensial kemanusiaan. Menelusuri aksara-aksara ini terasa seperti dialog pribadi dengan sang pengarang, upaya menguraikan romantisisme dan melankoli yang terjalin dalam serat draf tulisannya.


Il Était Une Fois … LPP

Buku ini menelusuri inspirasi Saint-Exupéry, proses menulisnya, dan keadaan ketika ia menulis kisah yang dicintai ini, termasuk wawasan tentang hidupnya semasa Perang Dunia II, pengasingannya di Amerika Utara, dan bagaimana pengalaman pribadi membentuk kisahnya. Buku ini membahas bagaimana Le Petit Prince melampaui batas budaya dan bahasa hingga menjadi salah satu buku yang paling banyak diterjemahkan di dunia, termasuk adaptasinya ke berbagai media (film, teater, dan seni), serta warisannya yang bertahan dalam budaya populer dan pendidikan.