Deposition

“Deposition 1940-1944” karya Léon Werth adalah catatan yang mengharukan dan tajam tentang kehidupan di Prancis semasa pendudukan Jerman Nazi dalam Perang Dunia II. Léon Werth, penulis, jurnalis, dan kritikus Prancis yang disegani sekaligus sahabat dekat Saint-Exupéry, menyuguhkan buku harian yang sangat pribadi dan kritis tentang pengalaman dan pengamatannya pada masa kelam dalam sejarah ini.
Werth, yang berdarah Yahudi, tinggal di wilayah Jura, Prancis, yang relatif terpencil dan agak terlindung dari dampak langsung perang dibandingkan wilayah Prancis lainnya. Meski relatif terpencil, Werth sangat menyadari pergolakan politik dan sosial yang melanda negaranya dan benua Eropa yang lebih luas.
Buku ini bukan sekadar buku harian; ia adalah kritik yang kuat terhadap rezim Vichy, pemerintahan kolaborasionis yang memerintah wilayah Prancis yang tidak diduduki dan bekerja sama dengan Jerman Nazi. Pengamatan Werth mencakup beragam topik, termasuk kesulitan sehari-hari yang dihadapi warga Prancis biasa, kompromi moral dan etika dalam kehidupan di bawah pendudukan, persekusi terhadap kaum Yahudi dan kelompok terpinggirkan lainnya, serta gerakan perlawanan yang muncul menanggapi penindasan Nazi.
Dalam buku harian ini, kita dapat membaca catatan Werth pada 9 dan 10 Agustus 1944, ketika ia baru mengetahui bahwa sahabat terdekatnya, Saint-Exupéry, dilaporkan hilang setelah misi pengintaian di atas bagian selatan Prancis.

Baru setelah Perang Dunia II, Werth mengetahui bahwa buku terakhir yang ditulis Saint-Exupéry dipersembahkan untuknya (+ ketika ia masih seorang anak kecil).
Buku harian Werth baru terbit setelah perang, pada 1946, dan catatan langsungnya tentang kehidupan di Prancis Vichy sejak itu diakui sebagai sumbangan penting bagi sastra Perang Dunia II dan Holocaust. Buku ini menawarkan kepada pembaca sudut pandang yang unik tentang masa itu, dilihat lewat mata seorang pengamat jeli yang mendokumentasikan kenyataan pendudukan dengan kejujuran tanpa gentar dan kepekaan moral yang mendalam.
Saint-Exupéry — tel que je l’ai connu

Dalam “Saint-Exupéry tel que je l’ai connu”, Léon Werth menyuguhkan kisah yang sangat pribadi dan penuh wawasan tentang persahabatannya dengan Antoine de Saint-Exupéry, pengarang “The Little Prince”.
Buku ini menyelami berbagai segi kehidupan Saint-Exupéry, termasuk pandangan filosofisnya, cara menulisnya, dan hasratnya pada penerbangan. Werth memberikan anekdot yang menyoroti kepribadian Saint-Exupéry yang kompleks, nilai-nilai kemanusiaannya, dan wataknya yang suka merenung. Melalui mata Werth, pembaca memperoleh wawasan tentang pengalaman dan peristiwa yang membentuk karya sastra Saint-Exupéry dan pandangannya tentang martabat manusia, persahabatan, dan pencarian makna hidup.
Narasi Werth tidak hanya memperingati persahabatannya dengan Saint-Exupéry, tetapi juga menyingkap konteks budaya dan sejarah yang lebih luas tempat mereka hidup, terutama masa bergejolak di sekitar Perang Dunia. Buku ini berharga bukan hanya karena menggambarkan tokoh sastra yang ikonik, tetapi juga karena menjelajahi tema-tema abadi yang bergema di seluruh karya Saint-Exupéry.
