
Latin adalah bahasa Indo-Eropa kuno yang semula dituturkan di wilayah sekitar Roma, yang dikenal sebagai Latium. Ia menjadi bahasa dominan Republik Romawi dan Kekaisaran Romawi, berfungsi sebagai pemersatu kebahasaan di wilayah luas di Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Selama berabad-abad, Latin berevolusi dan beragam, tetapi tetap menjadi landasan pendidikan, pemerintahan, keilmuan, dan praktik keagamaan hingga jauh ke Abad Pertengahan dan sesudahnya.

Sejarah Latin lazim dibagi menjadi beberapa periode:
- Latin Kuno (Latin Arkais): Teks dari sedini abad ke-6 SM menunjukkan bentuk awal bahasa ini, yang mencakup prasasti dan beberapa karya sastra. Bentuk Latin ini menunjukkan variasi signifikan dari Latin Klasik.
- Latin Klasik: Bahasa masa akhir Republik dan awal Kekaisaran (kira-kira abad ke-1 SM hingga abad ke-1 M), dicontohkan karya Cicero, Virgil, dan Caesar. Latin Klasik dicirikan tata bahasanya yang ketat dan kosakatanya yang kaya, dan merupakan bentuk yang paling sering diajarkan hari ini.
- Latin Vulgar: Bentuk lisan bahasa yang dipakai rakyat jelata di seluruh Kekaisaran Romawi, berbeda dari Latin Klasik sastra dalam tata bahasa, kosakata, dan pelafalan. Latin Vulgar akhirnya berevolusi menjadi berbagai bahasa Roman.
- Latin Abad Pertengahan: Dipakai sejak akhir zaman kuno hingga Abad Pertengahan, ia bahasa cendekiawan, teolog, dan elite terdidik Eropa. Latin Abad Pertengahan menyaksikan masuknya banyak istilah baru dan pengaruh bahasa lokal.
- Latin Renaisans: Ditandai kebangkitan minat pada Latin Klasik, periode ini menyaksikan Latin dipakai dalam karya ilmiah, dengan upaya memurnikan bahasa dan mengembalikannya ke bentuk klasik.
- Latin Baru (Latin Modern): Dari Renaisans hingga abad ke-19, Latin terus dipakai dalam penciptaan karya baru di bidang sains, filsafat, dan humaniora. Ia juga tetap menjadi bahasa Gereja Katolik Roma.

Latin sangat berinfleksi, dengan sistem kompleks deklinasi nomina dan konjugasi verba. Ia memakai kasus untuk menunjukkan peran nomina dalam kalimat, dan verbanya menyampaikan kala, modus, diatesis, dan aspek.
Meski kosakata intinya Indo-Eropa, Latin juga meminjam istilah dari Yunani, Etruska, dan bahasa lain. Latin juga menjadi sumber kata pinjaman dalam banyak bahasa, termasuk Inggris.
Alfabet Latin, turunan alfabet Etruska dan pada akhirnya Yunani, menjadi dasar alfabet banyak bahasa di seluruh dunia.

Pengaruh Latin pada budaya, bahasa, dan pendidikan Barat sangat mendalam. Ia leluhur langsung bahasa Roman, termasuk Spanyol, Portugis, Prancis, Italia, Rumania, dan lainnya. Terminologi Latin luas dipakai dalam hukum, kedokteran, sains, dan teologi. Meski tidak lagi dituturkan sebagai bahasa ibu, Latin masih dipakai secara liturgi oleh Gereja Katolik Roma, dan tetap menjadi subjek penting studi dalam keilmuan klasik dan gerejawi.
