Den Vesle Prinsen — dalam bahasa Norwegia yang ditulis dengan ortografi Nynorsk.

Nynorsk, berarti “Norwegia Baru”, dikembangkan pada pertengahan abad ke-19 oleh Ivar Aasen. Ia diciptakan sebagai cara mencerminkan dialek pedesaan Norwegia dan menetapkan baku tulis yang bebas dari pengaruh Denmark. Tujuannya menciptakan bahasa nasional yang khas Norwegia, menekankan warisan pedesaan dan keragaman kebahasaan negara ini.

Nynorsk didasarkan pada himpunan berbagai dialek Norwegia, terutama dari bagian pedesaan dan barat Norwegia. Ia mempertahankan banyak ciri Norse Kuno, dengan kosakata dan tata bahasa yang lebih dekat ke dialek Norwegia tradisional daripada Bokmål.

Nynorsk dipakai sekitar 10–15% penduduk Norwegia. Ia menonjol di wilayah tertentu, terutama di bagian barat dan sebagian pedalaman Norwegia. Siswa di Norwegia diajarkan kedua baku tulis di sekolah, dan mereka dapat memilih mana yang mereka suka pakai untuk ujian dan keperluan resmi.