Amiro Zcuro — dalam bahasa Suryani.

Suryani ( ܗܘܙܡܠ / ܡܚܟܢܢܠ ) adalah dialek Aram Pertengahan yang dahulu banyak dipakai di seluruh Timur Tengah dan Asia Tengah. Berawal pada awal abad pertama M, bahasa ini menjadi bahasa sastra utama pada abad ke-4, terutama di kalangan komunitas Kristen. Pemakaiannya mencakup berbagai bidang, antara lain teologi, filsafat, sejarah, dan sains, sehingga menjadi unsur penting budaya Kristen Timur Dekat. Walaupun pemakaiannya sebagai bahasa lisan menurun drastis, Suryani tetap menjadi bahasa liturgi penting bagi beberapa denominasi Kristen, termasuk Gereja Ortodoks Suryani, Gereja Asiria di Timur, Gereja Katolik Kasdim, dan Gereja Katolik Suryani.

Perkembangan Historis
Suryani Awal (abad ke-1 hingga ke-3 M): Suryani muncul dari bahasa Aram Kuno di Edessa, kota Urfa masa kini di Turki tenggara. Mulanya bahasa ini dipakai dalam teks liturgi Kristen dan untuk menyebarkan iman Kristen.
Suryani Klasik (abad ke-4 hingga ke-8 M): Periode ini menyaksikan kejayaan sastra Suryani, dengan lahirnya karya-karya teologi, filsafat, dan sejarah yang penting. Para sarjana Suryani berperan kunci dalam melestarikan teks filsafat dan sains Yunani dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Suryani dan kemudian ke bahasa Arab.
Suryani Pertengahan (abad ke-9 hingga ke-13 M): Pada Zaman Keemasan Islam, Suryani terus menjadi bahasa keilmuan dan agama, bahkan ketika bahasa Arab makin dominan.
Suryani Modern (abad ke-14 M hingga kini): Dalam bentuk modernnya, Suryani terpecah menjadi beberapa dialek, sebagian di antaranya masih dipakai dalam konteks liturgi dan oleh komunitas di Timur Tengah, serta di kalangan penduduk diaspora di seluruh dunia.

Ciri Kebahasaan
Suryani memiliki banyak kesamaan dengan bahasa Semit lain, antara lain:
Fonologi: Bahasa ini memiliki sistem konsonan yang kaya, dengan ciri fonetik khas bahasa Semit, termasuk bunyi emfatik.
Morfologi: Suryani memakai sistem berbasis akar, tempat kata dibentuk di sekitar akar tiga konsonan. Morfologi verbanya kompleks, menandai kala, modus, diatesis, dan persona.
Tata bahasa: Bahasa ini memakai urutan subjek-objek-verba (SOV) tetapi dapat menunjukkan kelenturan. Seperti dialek Aram lain, bahasa ini memakai sufiks untuk menandai kepemilikan dan objek langsung.

Sistem Tulis
Suryani ditulis dengan abjad Suryani, keturunan aksara Aram. Terdapat beberapa bentuk aksara Suryani, antara lain Estrangela, Serto, dan aksara Suryani Timur atau Madnhāyā. Masing-masing memiliki penerapan gaya dan kedaerahan sendiri.

Kekristenan Suryani memiliki tradisi himnografi, puisi, dan tulisan teologi yang kaya. Bahasa dan sastranya sangat penting dalam menyalurkan warisan teologis, filosofis, dan budaya umat Kristen penutur Suryani. Selain itu, Suryani berperan signifikan dalam sejarah Kristen di Timur Tengah, memengaruhi praktik liturgi dan budaya berbagai komunitas Kristen.