Wiil yar oo Amiir ah — dalam bahasa Somali.

Bahasa Somali adalah bahasa Afro-Asia yang tergolong cabang Kushitik, yang mencakup beberapa bahasa yang dituturkan di Tanduk Afrika. Somali adalah bahasa resmi Somalia dan juga dituturkan di negara-negara tetangga, termasuk Djibouti, Ethiopia, dan Kenya. Bahasa ini adalah bahasa ibu orang Somali, kelompok etnis terbesar di negara itu, dan menjadi unsur penting identitas serta budaya Somali.

Somali memiliki sistem vokal yang kaya dengan vokal pendek dan panjang, yang berperan penting dalam membedakan makna kata. Bahasa ini memiliki beragam konsonan, termasuk bunyi bersuara, tak bersuara, beraspirasi, dan ejektif, yang menjadi ciri bahasa Kushitik. Somali adalah bahasa bernada, tempat perubahan tinggi nada dapat mengubah makna kata. Ciri ini relatif jarang di antara bahasa Afro-Asia dan berperan penting dalam struktur gramatikal dan pembentukan kata.

Somali terkenal karena pemakaian infleksi dan aglutinasi. Nomina diinfleksikan untuk kasus (nominatif, akusatif, genitif), gender (maskulin dan feminin), dan jumlah (tunggal, jamak). Verba diinfleksikan untuk kala, aspek, modus, dan persona. Struktur kalimat khas Somali mengikuti urutan subjek-objek-verba (SOV). Namun, variasi dapat terjadi karena topikalisasi atau penekanan.

Sepanjang sejarahnya Somali telah ditulis dengan berbagai aksara, termasuk aksara berbasis Arab (tulisan Wadaad) dan aksara Osmanya. Pada 1972, abjad Latin Somali ditetapkan secara resmi, yang memakai aksara Latin dengan beberapa modifikasi untuk menampung bunyi khas Somali. Pembakuan ini merupakan bagian dari kampanye keaksaraan yang lebih luas dan upaya mempersatukan berbagai wilayah penutur Somali.

Kosakata Somali sebagian besar berasal dari rumpun Kushitik, dengan sejumlah besar kata pinjaman dari bahasa Arab, yang mencerminkan perdagangan dan pengaruh Islam selama berabad-abad. Ada pula kata pinjaman dari bahasa Italia dan Inggris, akibat sejarah kolonial dan interaksi global masa kini.

Somali bukan hanya bahasa resmi di Somalia, tetapi juga diakui di negara bagian regional dan oleh organisasi internasional. Bahasa ini dipakai di semua ranah kehidupan publik, termasuk pendidikan, administrasi, dan media. Dengan runtuhnya pemerintah pusat Somalia pada 1991, wilayah-wilayah penutur Somali menghadapi tantangan besar, termasuk pelestarian dan pembakuan bahasa Somali. Terlepas dari tantangan itu, komunitas penutur Somali, baik di Tanduk Afrika maupun di diaspora, telah berupaya sungguh-sungguh menjaga vitalitas bahasa ini lewat sastra, media, dan festival budaya.