Edisi khusus Le Petit Prince dalam bahasa Mesir Kuno, ditulis dengan huruf hieroglif.
Teks asli Prancisnya juga disertakan.

Bahasa Mesir Kuno adalah cabang rumpun bahasa Afro-Asia dan berperan penting dalam perkembangan peradaban Mesir, dari periode Pradinasti melalui masa firaun dan masa Yunani-Romawi, dan berlanjut dalam berbagai bentuk hingga awal zaman modern. Selama ribuan tahun, bahasa Mesir berevolusi melalui beberapa tahap dan memakai sistem tulis yang berbeda, yang menjadi kunci untuk memahami sejarah dan budaya Mesir yang kaya. Warisan bahasa Mesir sangat mendalam, memberi wawasan tentang kepercayaan agama, penyelenggaraan administrasi, dan kehidupan sehari-hari bangsa Mesir kuno.

Aksara Mesir yang paling ikonik adalah hieroglif. Aksara ini dipakai untuk prasasti monumental, teks keagamaan, dan tujuan dekoratif. Aksara ini terdiri atas unsur logografis dan alfabetis. Penguraian hieroglif oleh Jean-François Champollion pada 1822, dengan memakai Batu Rosetta, menandai terobosan dalam Egiptologi, memungkinkan para sarjana membuka catatan luas peradaban Mesir kuno.

Edisi baru dari buku yang sama yang diterbitkan di atas, dengan sampul baru.

Hieroglif, dari kata Yunani “hieros” yang berarti suci dan “glyphein” yang berarti memahat, adalah aksara yang dipakai bangsa Mesir kuno untuk teks keagamaan, prasasti monumental, dan tulisan formal lainnya. Aksara ini salah satu sistem tulis tertua di dunia dan komponen penting warisan budaya Mesir. Tulisan hieroglif berasal dari sekitar 3200 SM dan dipakai sepanjang sejarah Mesir kuno hingga akhir masa Romawi di Mesir.

Hieroglif adalah sistem kompleks yang terdiri atas lebih dari 1.000 karakter berbeda. Aksara ini mencakup logogram (simbol yang melambangkan kata), fonogram (simbol yang melambangkan bunyi), dan determinatif (simbol yang memberi makna tambahan atau penjelasan tetapi tidak diucapkan).

Aksara ini terkenal karena keindahan estetika dan detailnya yang rumit. Setiap simbol bukan hanya fungsional tetapi juga artistik, sering menggambarkan hewan, benda, atau sosok dari alam dan kehidupan sehari-hari, sehingga aksara ini sangat simbolis.

Teks hieroglif dapat ditulis dalam baris atau kolom, dan arahnya dapat dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri, tergantung orientasi simbolnya. Pembaca dapat menentukan arah teks dari cara sosok manusia atau hewan dalam hieroglif itu menghadap.